Showing posts with label Kultum Ramadhan. Show all posts
Showing posts with label Kultum Ramadhan. Show all posts

Monday, May 29, 2017

// // Tulis Komentar

Memilih Sahabat


Kultum Hari ke-4

"Mana yang lebih anda sukai, saudara atau sahabat anda?".

Sebagian pasti ada yang menjawab saudaranya lebih disukai. Sebagian lagi menjawab, "Kadang-kadang dengan sahabat, kita lebih bisa curhat”.
 ‎
Jawaban yang kedua yang ingin saya bahas dalam Kultum kali ini.‎

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, sahabat bisa berarti teman, sedangkan sahabat akrab adalah orang yang begitu dekat kepada kita sampai pada tingkat boleh mengetahui rahasia pribadi.

Ada beberapa tingkatan sahabat.

Tingkatan pertama adalah SHOHIB yang dalam bahasa Indonesia menjadi “sahabat”.  Shohib tidak harus selalu seide dengan kita.

Tingkat yang lebih tinggi adalah SHODIQ, yang berasal dari kata “shidq”, yang artinya “benar” atau “jujur”. Sahabat yang baik adalah mereka yang berkata jujur dan sikapnya akan selalu benar pada kita.

Ada tingkat yang lebih tinggi lagi yaitu KHOLIL, yang berasal dari akar kata bermakna “celah”. Maksudnya adalah sahabat yang begitu dekat dengan kita.

Pertemanannya, persahabatannya, dan kasih sayangnya, masuk ke celah-celah kalbu. Dengan kata lain perasaan diantara keduanya sudah sehati, ketika salah satunya sakit, yang lain akan ikut merasakan sakit.

Kholil ibarat melihat diri kita saat bercermin. Contoh Kholil dalam sejarah Islam dapat dijumpai pada dua sahabat Rasul: Abu Bakar as-Siddiq dan Umar bin Khatthab.
 ‎
Suatu hari ada orang berkata, “Saya tidak tahu siapa khalifah, siapa kepala negara, apakah engkau wahai Abu Bakar atau Umar?”.

Abu Bakar menjawab, “Saya, tetapi dia”.

Selain Shodiq, Shohib, dan Kholil, ada lagi BITHONAH, yaitu ‎teman terdekat atau orang kepercayaan yang kita beritahu rahasia kita. Bithonah bersinonim dengan kata "Waliy", yaitu orang yang mendekat.

Allah SWT berfirman, "orang yang beriman itu waliy-nya adalah Allah, Rasul, dan orang-orang beriman."

Al-Qur`an mengajarkan kita untuk mencari sahabat yang terus menerus bersama kita dan memberi manfaat sampai di hari kemudian. Di dalam surat Az-Zukhruf/43 ayat 67, Allah SWT berfirman:

‎ٱلْأَخِلَّآءُ يَوْمَئِذٍۭ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلْمُتَّقِينَ
‏‎‏
‎Menurut ayat ini, semua sahabat pada hari kemudian akan bermusuhan kecuali sahabat yang dijalin berdasarkan ketakwaan kepada Allah.

Ada beberapa kriteria orang yang layak dijadikan sahabat.

Pertama, lihat terlebih dahulu apakah dia baik kepada keluarga dan orang tuanya. Jika ia durhaka jangan jadikan ia sahabat.‎

Kedua, lihat bagaimana sikapnya terhadap materi.

Ketiga, lihat bagaimana aktivitasnya sehari-hari.‎

Keempat, lihat bagaimana reaksinya jika anda salah. Apakah ia menasehati anda? Jika tidak, ia tak bisa menjadi sahabat.

Kelima, lihat keakrabannya dengan anda. Persahabatan itu harus seimbang, tidak boleh ada yang merasa lebih tinggi atau lebih baik.‎

Bagian akhir pada ayat terakhir dari surat Al 'Ashr adalah:

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

Saya menjabarkannya: "Mereka saling mendorong, saling melarang, saling mengingatkan, saling menasehati, saling menyarankan satu sama lain, dan setara dalam saling menasehati itu".‎

Kata Tawaashaa berarti setara dalam menasehati. Berbeda dengan kata Shaawuu, yang berarti salah satunya mendominasi yang lain.

Kata Tawaashaa berarti berdiri sejajar. "Aku tak lebih baik darimu dan kamu pun tak lebih baik dariku, dan kita saling menasehati".‎

Teman yang baik adalah ia yang menegur kita:

✅ "Bro, kemarin aku ga lihat kamu sholat Isya dan Tarawih di masjid. Kamu kemana? Kamu gak apa-apa kan?".

✅ "Aku ga lihat kamu beberapa hari ini, kamu kemana? Aku mengkhawatirkanmu".

Itulah Tawaashaw bil-haqq, saling mengingatkan tujuan kita di dunia ini. Bagaimana seharusnya kita dapat hidup dengan baik tanpa melupakan tujuan hidup di dunia.‎

Semoga kita semua mendapat teman yang baik. Semoga Allah SWT membantu kita melawan godaan yang datang dan menjadikan kita manusia yang lebih baik. Dan semoga pada akhirnya, kita juga bisa membuat orang lain menjadi dekat dengan Allah karena kita.

Itulah yang semestinya dilakukan, menjadi orang yang saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran, bukan dengan cara menambah musuh.
_____
::
#Azharul Fuad Mahfudh   ‎
Selengkapnya
// // Tulis Komentar

Ramadhan Melatih Kesabaran


Kultum Hari ke-3

Di dalam al-Qur`an banyak sekali ayat yang memerintahkan kita tentang kesabaran dan juga tentang keutamaan-keutamaan yang didapatkan oleh orang-orang yang sabar, diantaranya Allah menyelaraskan kata sabar dan shalat secara bergandengan dalam salah satu ayat:

“Hai orang-orang yang beriman mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. (QS. al-Baqarah/2:153).

Bermacam tafsir atas penggandengan dua kata diatas, diantaranya yaitu kedua hal tersebut adalah wajib dilaksanakan oleh setiap muslim jika ia ingin mendekatkan diri kepada Allah.

Sikap inilah yang ditunjukkan oleh Rasulullah SAW selama beliau menyebarkan ajaran Islam ini. Bermacam-macam cobaan yang diterimanya, cacian, makian, bahkan perlakuan kasar dalam bentuk fisik dan beberapa kali nyaris membahayakan nyawa beliau, tetapi cobaan tersebut tak pernah menyurutkan perjuangannya dan tentunya berkat kesabaran beliau.

Seandainya saja beliau tidak sabar, ngambek, dan tidak meneruskan ajaran ini, maka kita tidak tahu apa jadinya dengan akidah kita sekarang.

Sabar bukan sekedar pasif menerima nasib apa adanya. Sikap sabar mengandung kekuatan besar dan tekad yang kuat untuk memperbaiki diri dalam mencari kehidupan yang lebih baik. Karena itulah, sikap sabar adalah bagaimana terus bekerja dan berusaha secara aktif.

Dalam bekerja dan berusaha mencari rezeki, sikap sabar sangat diperlukan. Sabar adalah menempatkan sesuatu seusai dengan proses dan prosedurnya. Ketidaksabaran hanya akan membuat keinginan yang tergesa-gesa untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar di luar kemampuan dan kewajaran.

Sikap ketidaksabaran inilah awal munculnya perjudian dan berbagai kejahatan. Orang ingin segera menjadi kaya, segera mendapatkan uang banyak tanpa melalui proses dan kerja keras. Inginnya segera mendapatkan sesuatu melalui jalan pintas.

Korupsi juga timbul karena ketidaksabaran. Sumbernya satu hal; hawa nafsu dan keinginan untuk segera memiliki harta dalam jumlah besar. Karena selalu merasa tidak cukup, akhirnya timbullah niat bagaimana mendapatkan harta secara cepat.

Tidak ada satupun pekerjaan di dunia ini yang bisa menghasilkan sesuatu tanpa ada kesabaran.

✅ Seorang petani harus menunggu 3-4 bulan sawahnya untuk bisa dipanen. Tanpa kesabaran, petani tidak mungkin bisa menghasilkan beras yang baik dan berisi.

✅ Seorang nelayan harus sabar menunggu ombak yang bersahabat untuk bisa melaut. Lebih-lebih pemancing ikan, ia mesti menunggu berjam-jam dalam sehari agar pancingannya bisa termakan oleh ikan.

✅ Seorang pedagang juga mesti menunggu dengan sabar para pembeli yang lewat di depan barang dagangannya. Ada di antara mereka yang cuma melihat-lihat atau sekedar bertanya, semuanya mesti dilakukan dengan penuh kesabaran. Sedikit saja tidak sabar, pembeli akan segera mengalihkan ke toko yang lain.

✅ Seorang seniman yang akan membuat karya seni, juga membutuhkan kesabaran.

✅ Seorang pelukis bisa membutuhkan berhari-hari, bahkan mungkin ada yang berminggu-minggu untuk menghasilkan satu lukisan.

✅ Pengarang lagu membutuhkan kesabaran agar bisa menggubah satu lagu yang enak didengar.

Begitu seterusnya kerja-kerja seni membutuhkan kesabaran agar bisa menghasilkan karya-karya yang bernilai.

Para guru di sekolah, tanpa kesabaran, pasti pekerjaan guru akan menjadi pekerjaan yang memusingkan dan membosankan. Setiap hari melihat tingkah laku anak dengan berbagai perangainya yang berbeda, terkadang patuh dengan apa yang diperintahkan, dan terkadang pula mereka dengan kreativitas masing-masing tidak mau mengerjakan. Tanpa kesabaran, pendidikan tidak akan bisa berjalan dengan baik.

Orang tua yang mendidik anaknya di rumah, juga membutuhkan sikap sabar. Apalagi, anak-anak zaman sekarang adalah anak-anak yang dibesarkan dengan pengetahuan dan informasi yang sangat banyak dan beragam. Karenanya, nilai-nilai yang mereka dapatkan terkadang di luar imajinasi dan pemikiran orang tua. Tanpa adanya kesabaran mendidik anak-anak, orang tua akan cenderung emosional setiap kali melihat “kreativitas” yang sering disebut dengan “kenakalan” mereka yang luar biasa aktif.

Tidak terkecuali seorang pegawai, ia harus sabar dalam pekerjaannya. Terkadang banyak masalah di kantor, mulai dari disiplin yang ketat, tunjangan yang rendah, gaji yang dirasa tidak memadai, atasan yang tidak mendukung, rekan kerja yang seringnya bikin sewot, semua itu adalah ujian seberapa besar sikap sabar yang bisa ditunjukkan.

Kesabaran akan membawa kita mencari jalan keluar terbaik dari setiap permasalahan yang ada. Kesabaran akan membantu kita memberikan kesadaran agar menjadikan semua masalah yang ada sebagai pelajaran berharga bagaimana mengelola dan menyelesaikannya di masa mendatang.

Sikap sabar juga dibutuhkan saat seseorang mencari ilmu. Lihat saja orang harus mulai sekolah dari TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Semuanya membutuhkan waktu yang panjang, dan tanpa adanya kesabaran, orang akan sulit mendapatkan ilmu dan keterampilan yang dibutuhkan.

Betapa kesabaran sangat diperlukan saat seseorang mencari ilmu, apalagi bagi mereka yang sudah berkeluarga. Dan sikap sabar ini bukan hanya buat dirinya sendiri, tetapi juga buat keluarganya. Dengan kurang lebih 5 tahun waktu belajar, keluarganya memang harus juga merasakan beratnya kesabaran yang harus dilakukan.

Betapa banyak orang-orang yang “membeli gelar” sebagai syarat untuk kenaikan pangkat atau golongan. Berapa banyak pula orang melakukan berbagai kecurangan untuk mendapatkan gelar tertentu. Semuanya karena ketidaksabaran, bahwa inginnya mereka segera mendapatkan apa yang diinginkan tanpa kerja keras dan keringat.

Selain dalam berbagai kegiatan dan pekerjaan sehari-hari, sikap sabar juga dibutuhkan dalam beribadah. Coba kalau shalat tidak sabar, inginnya cepat-cepat selesai. Berdoa tidak sabar, inginnya segera sampai pada kata Amin.

Puasa kalau tidak sabar, inginnya cepat-cepat buka. Haji kalau tidak sabar, inginnya cepat-cepat. Thowaf keliling Ka’bah atau Sa’i yang harus dilakukan 7 kali dari Sofa menuju Marwah, inginnya segera sampai.

Dengan kesabaran dalam beribadah, maka ada kemantapan dalam ibadah yang membuat ibadah kita menjadi semakin khusyu. Kalau beribadah semakin khusyu, maka nilai-nilai dan hikmah yang terkandung dalam setiap ibadah tersebut akan semakin merasuk dalam diri dan jiwa kita.

Shalat kita, zakat kita, puasa kita, dan ibadah haji yang kita lakukan tidak sekedar sebagai sebuah kewajiban, tetapi karena memang kita membutuhkan ibadah tersebut sebagai sarana untuk memperkuat jiwa, mental, dan ruhani kita.

Nabi SAW memberikan apresiasi kepada umatnya dengan sabdanya:
“Sungguh menakjubkan perkaranya orang mukmin itu, karena semua urusan orang mukmin itu penuh dengan kebaikan. Hal ini tidak akan terjadi pada orang lain, kecuali orang mukmin saja. Jika mendapat kesenangan,  ia bersyukur, maka hal itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ditimpa kesulitan, ia bersabar, maka hal itu pun menjadi kebaikan baginya”. (HR. Muslim)

Semoga Ramadhan tahun ini melatih kita menjadi pribadi yang lebih sabar. Aamin..
_____
::
Azharul Fuad Mahfudh
Selengkapnya
// // Tulis Komentar

Memperbanyak Doa


Kultum Hari ke-2

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, "Ada tiga (kelompok) orang yang sekali-kali tidak akan ditolak doanya oleh Allah SWT. Pertama, orang yang sedang berpuasa. Kedua, Kepala Negara yang adil. Dan Ketiga, orang yang teraniyaya."

Hadits ini menunjukkan keistimewaan berdoa pada bulan suci Ramadhan.

Kata DOA sering disebut dalam al-Qur`an dengan makna yang beraneka ragam. Doa, misalnya, bisa berarti istighatsah (memohon bantuan dan pertolongan), permintaan, percakapan, memanggil dan memuji.

Lebih tegas Nabi SAW menjelaskan, "Doa itu ruhnya ibadah, inti dari ibadah”.

Pada surat al-Baqarah ayat ke-186, setelah dijelaskan tentang kewajiban puasa dan merayakan Ramadhan dengan membaca al-Qur`an, Allah SWT mengundang hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya.

‎"Dan ketika ada hamba-Ku yang bertanya kepadamu (wahai Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku akan mengabulkan permohonan hamba-Ku ketika ia bermohon kepada-Ku. Maka hendaklah ia berusaha mematuhi segala perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka mendapatkan petunjuk kebenaran".

Inilah janji Allah yang akan mengabulkan doa hamba-Nya yang benar-benar bermohon kepada-Nya. Disini ada syarat agar doa dikabulkan, yaitu:

1. Falyastajiibuu-lii, hendaknya berusaha untuk melaksanakan perintah Allah dan berusaha pula menjauhi larangan-Nya.

2. Walyu`minuu-bii, hendaklah yakin bahwa Allah akan mengabulkan doa dengan cara dan dalam bentuk yang terbaik.

Karena belum tentu apa yang kita anggap baik, baik pula menurut Allah, dan sebaliknya, apa yang kita tidak sukai, belum tentu tidak baik untuk kita. Allah lebih tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.‎

Syeikh Abdul Qadir Jailani pernah menulis, "‎Jangan salahkan Allah SWT bila doa tak dikabulkan, dan jangan menggerutu atau jemu.‎

Jika anda memohon tibanya cahaya siang pada saat kian melekatnya kegelapan malam, maka penantian anda akan lama, karena ketika itu kepekatan akan meningkat hingga terbitnya fajar.

Tetapi yakinlah bahwa fajar pasti menyingsing, baik anda kehendaki atau tidak. Jika anda menghendaki kembalinya malam pada saat itu, maka doa anda tidak akan dikabulkan, karena anda meminta sesuatu yang tak layak, dan anda akan dibiarkannya meratap, lunglai, jemu dan enggan.‎

Tetapi, anda salah bila jemu berdoa, karena "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. 94: 5-6)

Itu terjemahan ayatnya, tafsirannya adalah: "Sesaat setelah datangnya satu kesulitan pasti akan disusul oleh dua kemudahan".‎

Karena itu, tetaplah yakin bahwa "dalam genggaman tangan-Nya terdapat segala kebajikan".‎

Lebih lanjut, beliau berkata "Bila apa yang dimohonkan tidak diperoleh dengan segera, anda tak akan rugi. Karena, Nabi SAW pernah bersabda: ‎‎

Di akhirat nanti, ada seorang hamba yang terheran-heran melihat ganjaran pahalanya, yang dia sendiri merasa tidak pernah melakukannya sewaktu hidup di dunia. Saat itu ada suara yang mengatakan:‎

_"Itulah ganjaran atas doa-doamu yang belum Aku kabulkan sewaktu di dunia".

Andaisaja seseorang tahu bahwa ganjaran doanya lebih besar di akhirat, maka niscaya mereka akan berharap semua doa-doanya dikabulkan di akhirat saja.

✅ Tujuan puasa adalah agar kita menjadi pribadi yang lebih bertakwa (la'allakum tattaquun).‎

✅ Tujuan adanya Ramadhan setiap tahun agar kita menjadi pribadi yang lebih bersyukur (la'allakum tasykuruun).

✅ Dan tujuan dari Doa adalah agar kita senantiasa mendapatkan petunjuk dan bimbingan dalam kebenaran (la'allahum yarsyuduun)‎

Jangan putus asa dalam berdoa, karena Allah SWT berjanji akan mengabulkan doa/permohonan hamba-Nya selama hamba-Nya berdoa dengan sungguh-sungguh dan bukan dengan hati yang lalai.
_____
# Azharul Fuad Mahfudh
Selengkapnya
// // Tulis Komentar

Membaca al-Qur'an


Kultum Hari Ke-1

Salah satu amal ibadah yang sangat dianjurkan di bulan Ramadhan adalah membaca al-Qur`an. Nabi SAW memberikan rangsangan kepada mereka yang membaca al-Qur’an dengn pahala yang sangat luar biasa.

"Barang siapa membaca satu huruf dari al-Qur’an, maka baginya kebaikan, dan kebaikan itu sepuluh kali lipat. Yang aku maksud huruf itu bukan ALIF LAM MIM, tapi ALIF itu satu huruf, LAM itu satu huruf, dan MIM itu satu huruf".

Dengan kata lain, jika kita membaca “ALIF LAM MIM”, maka akan mendapatkan 30 kebaikan (3 huruf x 10 kebaikan).

Anda tahu berapa jumlah huruf pada surat al-Fatihah?

Surat al-Fatihah, jika dimulai "Alhamdulillaahi Robbil 'aalamiin", terdiri dari 119 huruf. Artinya, jika kita membacanya, maka akan mendapatkan ganjaran 1.190 kebaikan (119 x 10).

Anda tahu berapa jumlah huruf pada surat al-Baqarah?!

Membacanya mungkin lebih baik daripada menghitung jumlah hurufnya.

✅ Tidak ada suatu bacaan di dunia ini yang senantiasa dibaca setiap hari, jam, menit bahkan detik, selain al-Qur`an. Bukan saja dibaca oleh orang yang mengerti artinya, tapi dibaca juga oleh orang yang tidak mengerti artinya.

✅ Tidak ada suatu bacaan di dunia ini, selain al-Qur`an, yang diatur cara membacanya, mana yang harus dibaca tebal, tipis, mana yang harus dipanjangkan, mana yang harus di dengung*kan atau di *izhar*kan. Sehingga tercipta ilmu yang mengatur tata cara membacanya yang kita kenal sebagai *“ilmu Tajwid”.

✅ Tidak ada suatu bacaan di dunia ini, yang terdiri dari 30 juz, 114 surat, enam ribu sekian ayat, lebih dari 77.400 kata, dan lebih dari 323.000 huruf, yang sejak diturunkannya 14 abad yang lalu sampai sekarang, bahkan hingga hari kiamat nanti, yang tidak berubah isinya walaupun hanya 1 huruf.

"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya", tegas Allah SWT dalam QS. al-Hijr/15 ayat 9.

Sudah seberapa jauh kita, selaku muslim, membaca dan mengamalkan al-Qur`an dalam kehidupan kita sehari-hari?

Banyak diantara kita mengaku muslim, mengaku bahwa kitab sucinya adalah al-Qur`an, mengaku bahwa al-Qur`an adalah pedoman hidupnya, tapi justru banyak juga diantara kita yang menjadikan al-Qur`an hanya sekedar penghias lemari buku di rumahnya.

Begitu berat kita membaca al-Qur`an dan terjemahannya, tapi disisi lain begitu ringan kita membaca buku-buku novel atau majalah.

Mari kencangkan niat untuk senantiasa membaca al-Qur`an, terutama terutama bulan Ramadhan ini. Tanamkan moto dalam hati “Tidak ada hari tanpa membaca al-Qur’an”.

Buatlah target, misalnya Ramadhan ini saya harus khatam Al-Quran minimal 1x, atau mungkin khatam membaca terjemahannya, atau harus hapal surat ar-Rahman, al-Waqi'ah, al-Mulk, dan seterusnya. Sehingga ada peningkatan di bulan Ramadhan ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan untuk merayakan al-Qur`an (QS. 2: 185). Jika tidak diisi dengan membaca al-Qur`an dan menghafalnya, maka bulan Ramadhan kurang bermakna.

Apalagi di zaman sekarang, dimana al-Qur`an bisa kita bawa dalam genggaman HP kita. Rasanya tidak ada lagi alasan untuk tidak senantiasa membaca al-Qur`an.

"Di akhirat nanti al-Qur`an akan menjadi penolong bagi orang yang senantiasa membacanya semasa hidup di dunia", demikian sabda Rasul yang kita cintai.

Marhaban yaa Ramadhan
_____
::
#Azharul Fuad Mahfudh
Selengkapnya